PLURALITAS REALITAS SUARA DALAM NOVEL DAN HUJAN PUN BERHENTI TAHUN 2007 KARYA FARIDA SUSANTY (DIALOGISME MIKHAIL BAKHTIN)

Arjun S(1*), Aslan Abidin(2), Suarni Syam Saguni(3)

(1) Universitas Negeri Makassar
(2) Universitas Negeri Makassar
(3) Universitas Negeri Makassar
(*) Corresponding Author

Abstract


This study aims to reveal the representation of reality through the concepts of chronotope, polyphony, and carnival in novel Dan Hujan Pun Berhenti (2007) by Farida Susanty using Mikhail Bakhtin's theory of dialogism. This type of research uses qualitative description by analyzing dialogical elements. This study thoroughly examines the narrative elements of the novel that are indicated to represent reality through the concepts of polyphony and carnival. The results of this study are (1) the existence of a polyphonic representation of reality from the characters' awareness to interact against the dominance of voice, placing a single voice in an autonomous position. The voices of the characters' plurality of worldviews form a polyphonic reality of equality. (2) There is a carnival representation shown in the characters' attitudes in opposing order and norms, destroying hierarchy and profanity, and turning strange situations into normal ones. Carnival reality is represented through freedom without rigid and restrictive limitations on the characters' voices. The conclusion of this study proves the existence of the representation of reality through polyphony and carnival, which fully construct an independent world of characters who strive to fight for ideology freely.

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan representasi realitas melalui konsep kronotop, polifoni, dan karnaval dalam novel Dan Hujan Pun Berhenti tahun 2007 karya Farida Susanty menggunakan teori dialogisme Mikhail Bakhtin. Jenis penelitian ini menggunakan deskripsi kualitatif dengan menganalisis unsur dialogis. Penelitian ini secara menyeluruh memeriksa unsur naratif novel yang terindikasi merepresentasikan realitas melalui konsep polifoni dan karnaval. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) adanya representasi realitas polifoni dari kesadaran tokoh untuk berinteraksi melawan dominasi suara meletakkan suara tunggal dalam kedudukan otonom. Suara dari pluralitas pandangan dunia tokoh membentuk realitas polifoni terhadap kesetaraan. (2) adanya representasi karnaval yang ditunjukkan sikap tokoh dalam menentang tatanan dan norma, meruntuhkan hierarki dan profanasi, serta membalikkan situasi aneh menjadi hal yang normal. Realitas karnaval direpresentasi melalui kebebasan tanpa adanya batasan yang kaku dan mengekang pada suara tokoh. Simpulan penelitian ini membuktikan adanya representasi realitas melalui polifonik dan karnaval  yang sepenuhnya membangun dunia tokoh yang independen yang berusaha memperjuangkan ideologi dengan bebas.


Keywords


carnival; dialogism; Mikhail Bakhtin; polyphony

Full Text:

PDF

References


Al-Ma’ruf, A. I. (2025). Peran sastra multikultural sebagai media komunikasi antar bangsa. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Berger, P. L., & Luckmann, T. (1990). Tafsir sosial atas kenyataan: risalah tentang sosiologi pengetahuan (H. Basari, Trans.). Jakarta: LP3ES

Fokkema, D. W. (1998). Teori sastra abad kedua puluh. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Habibah, L. M. N., Nugroho, Y. E., & Supriyanto, T. (2024). Analisis novel layar terkembang karya ST. Takdir Alisjahbana kajian teori dialogis Mikhail Bakhtin. Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra), 9(1), 174-185.

Hanif, R. (2023). Polifoni dan dialogisme dalam novel Ayat-Ayat Cinta karya Habiburrahman El Shirazy. Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya (Jbsp), 13 (1).

Holquist, M. (2002). Dialogism. London: Routledge.

Idris, I. I. H. M., Rahamad, M. S., & Syed, M. A. M. (2020). Konflik watak dan perwatakan dalam Saladin The Animated Series: analisis intertekstualiti: conflicts of characters and the characterization in Saladin The Animated Series: analysis of intertextuality. Idealogy Journal, 5(1), 55-73.

Kriyantono, R. (2010). Teknik praktik riset komunikasi. Jakarta: Kencana Prenada Group.

Lestari, R. I. (2022). Kepolifonikan dalam novel "Jemput Terbawa" karya Pinto Anugrah: kajian dialogisme Mikhail Bakhtin. Jambi: Universitas Jambi.

Marwatulaela, S., Amaliah, N., Aprilia, P., & Mauludani, S. (2025). Resistensi terhadap hegemoni kekuasaan dalam Ajaklah Tuhan Ke Tanah Jawa karya Sekar Ayu Asmara. TONIL: Jurnal Kajian Sastra, Teater dan Sinema, 22(2), 70-85.

Moleong, L. J. (2015). Metodeologi penelitian kualitatif. Bandung: Rosda.

Muttaqien, A. (2021). Ideologi Perlawanan Kelompok Marjinal dalam Novel Orang-Orang Biasa Karya Andrea Hirata. Jurnal Pembelajaran Dan Linguistik (Jubeling), 183-195.

Pratama, M. I., Rahman, A., & Bachmid, F. (2022). Kebebasan berpendapat dan berekspresi di media sosial dalam perspektif hak asasi manusia. Qawanin Jurnal Ilmu Hukum, 3(1), 1-16.

Sayuti, S. A. (2022). Lokalitas karya sastra, antara realitas dan sejarah. Nura: Jurnal Nusantara, 1(2), 103-115.

Selviana, I. (2023). Analisis psikologi sastra tokoh utama pada novel "Dan Hujan Pun Berhenti" karya Farida Susanty. Jurnal Motivasi Pendidikan




DOI: https://doi.org/10.24257/atavisme.v28i1.1156.57-59

Article metrics

Abstract views : 116 | views : 45

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




ATAVISME INDEXED BY:

   

ATAVISME is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License

Visit Number:

View My Stats